Pengawetan sperma dengan minuman ber-ion

Wah, teman-teman tentu sudah tahu khan khasiat minuman ber-ion yang mampu mengembalikan ion tubuh yang hilang saat beraktivitas. Be 100 %, gitu kata iklannya. Nah kali ini Kelompok Ilmiah Remaja SMK Boedi Oetomo 2Gandrungmangu, melakukan penelitian dengan menggunakan minuman ber-ion ini.  Berkat penelitian ini KIR berhasil menjadi Juara 1 Lomba Karya hasil Penelitian yang diselenggarakan Unit Penelitian Ilmiah Fakultas Biologi Unsoed Bulan Agustus tahun 2010 kemarin.  (Lho udah lama kok, baru diposting, ya gapapa, soalnya kalo penelitian baru dan belum pernah dipublikasikan, apalagi yang baru diikutkan lomba ga boleh di posting.  Tar di diskualifikasi dari lombanya).

Ok, lanjut ke penelitian minuman ber-ion.  Minuman ber-ion ini digunakan sebagai pengawet sperma (lho??? buat apa?).  OK dasar pemikirannya kaya gini, beberapa hewan yang sangat sulit sekali dalam berkembang biak (biasanya hewan-hewan yang dilindungi karena hampir punah) membutuhkan perangkat sel perkembangbiakan yaitu sel sperma dan telur. Kadang-kadang hewan yang sulit berkembang biak ini matang sel sperma dan sel telurnya ga bareng, atau ternyata jumlah jantan dan betinanya ga imbang atau malah pada suatu waktu cuma tinggal betinanya atau jantannya aja.  Lha pengawetan sperma ini digunakan untuk hal-hal luar biasa kaya tadi.  Spermanya disimpan dulu, tar kalau si betina siap matang kelamin, baru disuntik dah tuh sperma.  Paling gampang dimengerti kalau kita ke desa yang banyak peternak sapinya, nah tuh pasti ada mantri suntik sapi, nah tuh mantri bawa-bawa sperma sapi buat disuntikin ke sapi betina.

OK, gimana sudah agak jelas maksud pengawetan sperma, atau kalo belum jelas bisa ngisi komentar, tar pasti dijawab deh.  Lanjut yuk, pada penelitian ini kami menggunakan sperma ikan nilem (Osteochillus hasselti).

Tentu kedepannya teknik pengawetan sperma ini untuk ikan-ikan langka atau ikan-ikan yang bernilai ekonomis tetapi bermasalah dalam berkembang biak (susah punya anak gitu maksudnye).  Penyimpanan sperma sendiri dapat berupa penyimpanan jangka panjang (cryopreservation) dan penyimpanan jangka pendek (short term storage). Penyimpanan jangka panjang dilakukan pada temperatur dibawah titik beku menggunakan nitrogen cair.  Penyimpanan jangka panjang dapat dilakukan selama beberapa hari hingga satu tahun. Penyimpanan jangka pendek biasanya dilakukan pada temperatur 1-4 0C selama 3 – 28 hari.  Nah buat kita-kita yang baru belajar, penelitian kali ini pake penyimpanan jangka pendek.

Agar kualitas dan fertilitas sperma tetap tinggi, maka dalam proses penyimpanan perlu ditambahkan suatu larutan atau bahan pengencer (extender) dan bahan pengawet (cryoprotectant) ke dalam sperma.  Penambahan bahan-bahan tersebut bertujuan untuk memperpanjang daya tahan hidup spermatozoa, sehingga dapat digunakan dalam waktu yang relatif lama.

Penyimpanan jangka pendek biasanya cukup menggunakan extender. Extender adalah suatu bahan yang digunakan untuk melarutkan sperma ikan.  Extender sering kali disebut sebagai artificial seminal plasma, karena pembuatan extender harus mempertimbangkan bahan-bahan yang ada di dalam seminal plasma. Komposisi extender harus sama dengan komposisi yang ada di dalam seminal plasma sperma ikan yang diawetkan.

Fungsi dari bahan pengencer (extender) yang merupakan sumber energi, melindungi sperma terhadap kerusakan akibat pendinginan yang cepat, mencegah pengaruh yang merugikan seperti perubahan pH akibat terbentuknya asam laktat, mempertahankan tekanan osmotik dan keseimbangan elektrolit, menghambat pertumbuhan bakteri, mempertahankan fertilitas sperma yang disimpan, sehingga dapat digunakan untuk inseminasi dan memproduksi sel spermatozoa selama pembekuan.

Minuman ber-ion atau yang lebih dikenal dengan minuman isotonik, merupakan minuman yang mengandung berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, karbohidrat, dan vitamin yang dapat menggantikan cairan tubuh setelah beraktivitas atau yang hilang karena proses metabolisme.  Minuman ini disebut juga isotonik karena keseimbangan kepekatan larutan yang masuk sama dengan kepekatan cairan darah. Cairan isotonik dalam bidang farmasi biasanya digunakan untuk membuat larutan infus. Larutan ini dapat dibuat dengan menambahkan garam sampai kepekatan larutan mencapai  0,9 %, disebut juga larutan garam fisiologis.  Minuman ber-ion ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan extender dalam penyimpanan sperma jangka pendek karena sifatnya yang sama dengan cairan tubuh. Nah biasanya ekstender atau bahan penyimpan sperma tuh lumayan mahal (paling murah pake larutan ringer atau bahan lainnya).  Dengan menggunakan minuman ber-ion yang mudah didapatkan dimana aja ini pasti berguna buat daerah-daerah yang jauuuuh dari laboratorium.

Sperma ikan diambil dengan cara distripping, tapi sebelumnya buat dulu tuh ikan jantan estrus atau bergairah dengan cara disuntik pake ovaprim (Gn-RH analog atau hormon pemercepat matang kelamin) atau dengan menggunakan kelenjar hipofisa dari ikan lainnya.  Nah begitu ikan matang kelamin tuh sperma harus dikeluarkan (eh iya ikan tuh bersatu sel sperma sama sel telurnya diluar atau di air, ga kaya manusia atau mamalia lain yang didalam saluran reproduksi) dengan cara diurut pada bagian perut (hand-striping).  Ati-ati lho jangan kekencengan tar mati ikannya.

Nah tuh sperma ikan disimpen deh di larutan minuman berion, sampai beberapa hari (diletakkan dilemari es pada suhu 4 derajat celcius).  Tiap hari diamati masih bergerak ga tuh sel spermanya.  Nah kira-kira begitu gambaran penelitian ini.  Lumayan rumit, pa lagi buat anak-anak akuntansi yang ga pernah pegang mikroskop di smp juga paling adanya mikroskop yang pake cahaya matahari (wah kalo sperma diamati pake itu, bakalan nangis tuh mata pegel).  Tetapi kami membuktikan bahwa di KIR kita mampu.  Yo terimakasih telah membaca posting ni, ada pertanyaan silahkan.

About these ads

2 comments on “Pengawetan sperma dengan minuman ber-ion

  1. thanks banget infinya gan ..
    tapi kalo bisa tambahin dapusnya dong , biar bisa lebih dipercaya artikelnya ..
    hehe

  2. artikelnya bagus banget. saya tertarik. mungkin bisa dishare juga perkembangan pengamatan spermanya, saya penasaran nih, mungkin kalau boleh dishare juga dong daftar pustakanya biar pembaca juga bisa baca2 sumber aslinya :D
    semangat ya. sukses untuk penelitiannya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s