Siswa SMK Boedi Oetomo 2 Gandrungmangu Maju Nominator NYIA

Ciptakan Alarm Three in One

Prestasi kembali ditorehkan para siswa asal Kabupaten Cilacap di tingkat nasional. Kali ini giliran tiga siswa SMK Boedi Oetomo (Boedoet) 2 Gandrungmangu yang menjadi nominator National Young Inventor Awards (NYIA).

SYAIFUDIN, Cilacap

Eman Susilo, Ismail Zuhdi dan Yusuf Solikhun, bakal mengarumkan nama sekolah mereka di tingkat nasional karena menjadi nomonator NYIA ke 3 digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), setelah berhasil menciptakan alarm motor three in one.
Kamis (21/10) besok, ketiganya akan mempresentasikan karya mereka di Jakarta di depan dewan juri yang terdiri dari Dr Subiyatno (ITB), Dr LT Handoko (LIPI), Dr Yudi Dharma (ITB), Prof Dr Fahmi Amhar (Bakosurtanal) serta Dr Eng Eniya Listiani Dewi BEng M.Eng (BPPT).
Mereka akan bersaing dengan 14 finalis lain dari seluruh Indonesia. Sebelumnya, alarm motor three in one karya para siswa jurusan Teknik Mekanik Otomotif itu telah diadu dengan 159 karya lain dari seluruh Indonesia.
Saat ditemui Radarmas, Eman, Ismail maupun Yusuf mengaku optimis mampu bersaing dengan 14 finalis lainnya. Eman yang pertama kali menggagas alarm tersebut menjelaskan, alat pengaman sepeda motor dan helm yang dibuat bersama kedua rekannya itu menggunakan mekanisme kerja sensor magnet.
Sensor magnet yang berada di helm, jelas Eman, bekerja melalui sebuah saklar atau switch yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung arus. Helm yang berada di atas sepeda motor berfungsi sebagai alat penekan saklar.
“Jika helm diangkat, saklar akan terhubung dan memicu bunyi alarm,” jelasnya. Sensor magnetik juga berfungsi membunyikan alarm yang dipasang di sepeda motor. Arus masuk ke relay dan akan bekerja ketika kunci kontak diposisikan on. Saat itu, arus akan masuk dan memicu bunyi alarm.
Meskipun kunci dalam posisi on, keamanan sepeda motor tetap terjamin. Sebab sistem pengapian sepeda motor sudah diputus agar mesin tidak bisa dihidupkan. Alarm akan tetap berbunyi hingga pemilik sepeda motor mendekatkan magnet pada sensor yang dipasang di sepeda motor.
“Meskipun kunci kontak di-off-kan, alarm akan tetap berbunyi karena SCR mengunci. Untuk mematiknnya, kontak diposisikan on dan mendekatkan magnet pada sensor. Alarm akan berbunyi otomatis ketika ada orang mendekat,” paparnya.
Guru pembimbing SMK Boedoet 2 Gandrungmangu Wahyuningsih S.Si mengatakan, semua gagasan dan pengerjaan alarm three in one dilakukan ketiga siswa. “Kami hanya memfasilitasi. Semua dikerjakan sendiri oleh mereka,” ujar Wahyuningsih.
Kepala SMK Beodeot 2 Gandrungmangu  H. Agus Sunarto SP. MM mengatakan, pihak sekolah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siswa yang ingin berkreasi. “Kegiatan karya ilmiah sengaja kami pacu agar kreativitas siswa berkembang maksimal,” tandasnya.
Ketua Yayasan Kader Penerus Teknologi (YKPT) yang menaungi SMK Boedoet 1 Cilacap dan SMK Boedoet 2 Gandrumangu H Soedarno ST SH MSi mengatakan, yayasan mendukung kreativitas siswa dengan menyediakan peralatan dan tempat praktik memadai. Menurut Soedarno, siswa sengaja dipacu untuk berkreasi, sehingga saat mereka lulus sudah benar-benar siap terjun ke dunia kerja. (*)

Yo selamat buat mereka yang telah mengikuti NYIA walaupun belum menang.  Berita ini diambil dari Radar Banyumas 20 0ktober 2010 tepat sehari sebelum keberangkatan KIR ke Jakarta.  Selamat juga buat pembimbing kalian Pak Lusi Hartanto, S. Pd. Terimakasih yo pak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s